Lanjut ke konten

Jejak Orang Jawa di Selangor Malaysia

7 Oktober 2010

Tinggal sehari di Homestay Dorani di Sabak Bernam, Selangor, benar-benar mengubah persepsi dan meluruskan kesalahpahaman. Bangsa kita yang gegeran karena beberapa budaya kita yang katanya diklaim Malaysia. Jaran (Kuda) Kepang, Reog Ponorogo, Batik. Semuanya itu salah paham saja, mereka tidak mengklaim bahwa itu milik mereka, tapi mereka memang punya hak untuk memiliki. Kok?

Waktu datang pertama kali di Homestay Dorani kita disuguhi pertunjukkan Kuda Kepang, awalnya sempat geram. Ternyata memang benar mereka mengklaim. Dian blogger asal Malaysia yang duduk di samping gue bilang bahwa memang Kuda Kepang akarnya dari Jawa, pertama kali dikenalkan di Johor yang terpengaruh budaya Jawa karena jaman dahulu wilayah Johor adalah daerah kekuasaan dari Majapahit, mau tidak mau budaya pun terpengaruh. Lihat postingan Dian di sini.

Tertulis bahwa di Sabak Bernam banyak terdapat warga keturunan Jawa, Bugis, dan Melayu

Rasa geram dan penasaran pun terjawab setelah kita dibagi per-dua orang untuk ikut menginap di rumah warga yang akan jadi keluarga angkat kita. Gue sama Feeq blogger asal Malaysia ke rumah Encik Ismail. Selama satu hari beliau akan jadi Bapak angkat kita. Ngobrol-ngobrol, tanya-tanya. Ternyata Encik Ismail adalah keturunan Jawa, beliau lahir dan besar di sini.

Surprise bagi Encik Ismail ketika tahu gue dari Jawa, lebih surprise lagi bagi gue, Encik Ismail bicara bahasa Jawa meski dengan logat yang aneh. Jadi dialog-dialog gue dengan beliau menggunakan bahasa Jawa. Istrinya pun mengerti apa yang kami ucapkan tapi nggak tahu cara ngomongnya, kesian temen blogger gue yang bengong kagak ngerti hehe.

“Tapi Jawa di sini kasar, bukan Jawa halus” beliau pun belajar kosa kata baru yang belum pernah beliau dengar sebelumnya. Meski gue yang urakan begini ngertilah dikit-dikit bagaimana bicara Bahasa Jawa Halus pada orang tua. Beliau pun mulai bertanya macam-macam tentang Jawa. Tahu Madiun nggak? Dulu moyang saya dari sana. Loh berarti belum pernah ke Jawa dong. Belum pernah sama sekali, tapi saya ada kerabat di Madiun dan Solo, sampai sekarang masih berhubungan, keinginan untuk datang ke tanah leluhur itu ada tapi keadaannya begini ini. Bapak ini generasi keberapa? Kita rata-rata di sini generasi ke-tiga, dulu ke sini ini babat hutan. Nggak ada keinginan untuk kembali? Saya lahir di sini dan besar di sini, rumah saya di sini, tapi saya nggak akan lupa leluhur. Beliau sangat nyaman berdialog dengan gue, mungkin kita sama-sama menggunakan bahasa Jawa. Karena rasa nyaman dan mesra sudah terjalin gue beraniin mengulik tentang Kuda Kepang.

”Hahaha,,, pasti sampeyan (kamu) tertawa melihat pertunjukkan mereka tadi, saya yakin di Jawa aslinya lebih bagus. Di Malaysia ini yang pertunjukkan mirip dengan Jawa ada di Johor. Sampeyan (kamu) yang orang Jawa melihat pasti kok begitu, tapi kemarin ada orang Jepang lihat mereka terpukau, karena mereka nggak pernah lihat.”

Pertunjukkan Kuda Kepang di Sabak Bernam, pemain merupakan orang-orang keturunan Jawa.

Memang benar pertunjukkan mereka benar-benar sangat berbeda dengan Jaran (Kuda) Kepang di Jawa. Musiknya kurang rame, kostumnya kurang semarak, tariannya kurang greget. Dan tidak adanya pemain yang kesurupan. Kalau di Jawa mereka sudah makan beling, ayam hidup, rumput, dan lain sebagainya.

Kalau yang ini Asli dari Jawa

Dan yang membuat gue bingung adalah pertanyaan dari Citra blogger dari Aceh ”Maksud dari tari-tarian itu apa? Filosofinya apa? Kemudian sejarahnya bagaimana?” Heeeeehh gue kagak bisa menjawab, karena memang gue nggak tahu, di sekolah dulu juga nggak pernah diajari sejarah dari Jaran Kepang ini. Gue jamin di antara pembaca juga sebagian besar nggak tahu. Itulah kita, mengaku-ngaku punya budaya tapi tidak pernah mengajarkan budaya ke anak cucu. Setidaknya masukkan ke dalam pelajaran sekolah kek.

Gue mencoba mencari literatur di internet tetapi gue nggak yakin dengan hasil yang gue dapat, ada yang bilang masih berhubungan dengan Islam, tapi ada yang bilang dari Kerajaan Kediri, masa Islam dan Kerajaan Kediri sangat jauh rentangnya, di Wikipedia aja tertulis ”Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.”
Sebelum ke negeri orang belajar dulu budaya negeri sendiri, setidaknya kalau ada yang bertanya tentang Indonesia bisa jawab.

Jaran Kepang memang identitas mereka sebagai orang Jawa, mereka tidak lupa akan budaya, bahasa dari nenek moyang mereka, dan mereka berhak untuk memilikinya. Tradisi seperti tumpeng, kenduri, pun ada di sana. Sama seperti keturunan Cina di Indonesia mereka pasti membawa budaya mereka ke tempat baru. Apa mau kita dituntut sama Negara Cina karena kita juga memakai Barong Sai? Apa mau kita dituntut India karena akar musik Dangdut kita dari sana. Atau kita tuntut ajah Suriname yang katanya banyak budaya Jawa yang diklaim.

Isu tentang klaim-mengklaim hanya akal bulus dari pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana keragaman budaya kedua negara. Kita hanya kalah dalam hal MENJUAL DIRI.

Rasanya waktu sehari untuk tinggal di Sabak Bernam ini masih kurang, saatnya kita meninggalkan Sabak Bernam untuk ke tujuan berikutnya. Kumpul-kumpul, salam-salaman dengan orang tua angkat masing-masing. Seketika itu mereka tahu gue dari Jawa karena tas laptop gue bermotif batik, gue pun memperkenalkan diri dan langsung diserbu pertanyaan. Gileee… ”Tahu Ponorogo, Tulungagung, Pacitan, Trenggalek, Probolinggo, Madiun…” dan hampir seluruh kabupaten di Jawa disebut. Orang Jawa, berbahasa Jawa meski logatnya lucu, tapi nggak pernah sekalipun ke Jawa. Rasanya sesaat gue bangga menjadi orang Jawa ^^

Bersama warga keturunan Jawa di Homestay Dorani, mereka semua bisa loh bahasa Jawa

 

Rame-rame bersama para Bloggers

 


19 Komentar leave one →
  1. 7 Oktober 2010 4:42 pm

    Sebelum ke negeri orang belajar dulu budaya negeri sendiri, setidaknya kalau ada yang bertanya tentang Indonesia bisa jawab.

    Setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…..

    • 10 Oktober 2010 6:57 am

      ^_^ woo teriaknya ampe bangunin tetangga haha
      iya setujuuuuuuuuuuuuuuu

  2. Mbah Jiwo permalink
    7 Oktober 2010 9:10 pm

    kita adalah saudara, dimana saja sesama manusia…la la la

    • 10 Oktober 2010 6:56 am

      lalala iya kita semua bersaudara ^^

  3. 7 Oktober 2010 11:11 pm

    Tumben serius ini tulisan. Aku sendiri mendapatkan pelajaran banyak saat tinggal di home stay H. Dorani ini. Hari yang paling berharha dalan tour MSS.

    • 10 Oktober 2010 6:55 am

      sekali kali boleh dong bang serius hehe

  4. 11 Oktober 2010 10:43 am

    kalo liat jaran kepang di jawa saya selalu ketakutan…Sueeremmmmm….

    • 11 Oktober 2010 1:05 pm

      emang dasarnya penakut kali yak

      • 12 Oktober 2010 1:24 pm

        hahaha… sombong bener nih bocah! :P

        • 12 Oktober 2010 1:35 pm

          ahaha lo blom tau siiiiiiiiihh,,, pernah gue perform jaran kepang yee, pas si jepaplok keluarrr, si komen yang di atas kabooor ketakutan

  5. Mami Keceh permalink
    12 Oktober 2010 1:51 pm

    Tersindir bgt dg tulisan ini, gw jg bakalan gag bisa jawab kl ditanya ttg back ground budaya sendiri. Gimana mau tau kl rasanya lbh menarik cari tau ttg gadget terkini dan sibuk dg social media yg cuma berhaha hihi. Ya baguslah kl lo ada kesadaran buat peduli budaya Indonesia, ntar kan gw bisa tanya2 ke elo ya ;)

    • 12 Oktober 2010 1:54 pm

      lah gimana lagi, bicara soal budaya sendiri ajah dibilang ‘iiiiiih gak keren” :p

  6. 14 Oktober 2010 5:31 am

    malay

    • 11 November 2010 9:57 am

      yup emang lagi di malaysia

  7. Ahmad ms permalink
    6 Januari 2011 9:12 pm

    Mas nduwe alamat website wong2 jowo sing nang pontian ora mas? Yen entuk aku jaluk, soale aku wis suwe pengin goleti sedulurku sing wis kepaten obor awit 40tahunan. Maturnuwun mas, nw.sewu aku isih gaptek iki.

  8. Bapak Guru permalink
    4 Juni 2011 9:30 pm

    BUTUH IJAZAH UNTUK MENCARI KERJA – MELANJUTKAN KULIAH – KENAIKAN JABATAN ?!?!
    KAMI JASA PEMBUATAN IJAZAH SIAP MEMBANTU ANDA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN IJAZAH UNTUK BEKERJA ATAU MELANJUTKAN SEKOLAH / KULIAH.
    BERIKUT INI MERUPAKAN JASA YANG KAMI SEDIAKAN.

    -SMU:4.000.000
    -D3:6.000.000
    -S1:8.000.000

    * AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DI UNIVERSITAS / KOPERTIS / DIKTI, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI,BUMN, SWASTA).

    JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL.

    SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.KIRIM KE: 085736927001.ku@gmail.com
    HUB: +6285736927001.

    (HANYA UNTUK YANG SERIUS SAJA)

    Nb:Semua manusia berhak meiliki pekerjaan dan pendidikan yang layak,entah dari kalangan atas,menengah dan bawah.Maka dari itu kami ada untuk anda yang mebutuhkan ijazah atau surat-surat penting lainnya

  9. 21 Mei 2012 11:25 am

    saudara kita yang tinggal di negeri orang saja bisa sangat menghargai budaya bangsa ini, apagi kita sepertinya kita tidak boleh kalah dengan mereka agan..
    nice share anda happy blogging..

  10. nOVi permalink
    5 Juli 2013 5:08 pm

    To my friends at Malaysia Javanese descent who are interested in contact with our brothers and sisters, please add facebook “Javanesse From Malaysia” s siblings to the facebook page. Thank you.

  11. ameer permalink
    10 Januari 2014 10:32 am

    di selangor bukan hanya sabak bernam yang ada komuniti jawa.. di daerah lain di selangor juga ada seperti di daerah klang, kuala selangor, kuala langat, sepang dan sedikit di daerah hulu langat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: