Skip to content

Menikmati Cahaya Kunang-Kunang dengan Para Lelaki, Sungguh Sial

6 Oktober 2010

Pemerintah Selangor, Malaysia memang benar-benar bisa meramu pariwisatanya. Fenomena berkumpulnya kunang-kunang saja bisa dijual. Mungkin bagi turis eropa ataupun orang-orang kota melihat kunang-kunang adalah pengalaman unik dan eksotis. Gue sering kali melihat kunang-kunang. Tapi itu dulu, sekarang ini sangatlah susah mencari dan melihat kunang-kunang. Entah kemana mereka perginya. Dulu waktu gue kecil setiap musim kemarau pasti banyak sekali kunang-kunang di kampung. Sekarang ini sawah, semak, atau tanah lapang banyak yang berubah menjadi bangunan beton.

Yang penting setiap menjual sesuatu itu adalah kemasannya, makanan enak kalau bungkusnya jelek siapa juga yang mau beli. Sama seperti kunang-kunang ini, kalau hanya melihat cahaya pendar dari serangga unik ini sih biasa saja. Tapi bayangkan kalau kita dibawa ke sungai naik perahu kayu kecil khas nelayan, suasana di sekililing gelap gulita, suara dayungan tukang perahu serta suara gemericik air yang mengalir, tambah merinding mendengar bunyi serangga krik-krik, apalagi kalau ditemani dengan pasangan tercinta di atas perahu menyusuri dan menikmati pendaran cahaya kunang-kunang  berkumpul di pohon bakau. Romantisnyaa….. sialnya kenapa perahu yang gue tumpangi isinya laki semuaaa T___T

Menghabiskan suasana romantis di malam minggu dengan para laki-laki, sangat nggak lucu. Sungguh hari yang sangat sial seperahu dengan Sylistic, Kemal, dan bang Hafiz dari Tourism Selangor.

Suasana benar-benar sangat gelap gulita, gue coba mengambil gambar aja hasilnya hitam. Mau pakai flash sangat dilarang, karena kunang-kunang bisa kabur. Jadi benar-benar tidak ada gambar sama sekali, hanya pengalaman di atas perahu bersama para lelaki sialan yang terekam di otak gue. So sad but true T___T

Untuk bisa menikmati kemerlip pendar kunang-kunang silahkan datang ke Kampung Kuantan di Selangor, waktu yang sangat tepat untuk datang adalah pas kemarau dan tidak ada sama sekali yang namanya bulan ataupun bintang di langit, biar gelapnya dapat. Satu lagi, jangan datang siang hari karena dijamin anda hanya akan gigit jari.

Glowing glowing in the dark… jaga kelestarian alam okay … lets us glow…

 

About these ads
9 Komentar leave one →
  1. 6 Oktober 2010 10:43 pm

    Wahahahahaha, dasar lelaki sial

    • 10 Oktober 2010 7:00 am

      abang juga sial

  2. 7 Oktober 2010 4:11 am

    Kunang-kunang? Wah sahabat masa kecil tuh!

    • 10 Oktober 2010 6:59 am

      sekarang sahabatnya apa?

  3. 7 Oktober 2010 8:49 am

    udah takdir lo jadi mahoo…. #ngakak

    ngomongin kunang2, kapan ya terakhir liat kunang2??? duh, jadi kangeeeeen masa kecil… >,<

    • 10 Oktober 2010 6:59 am

      sialannnnn,,
      iye gw dulu sering liat kunang-kunang, skrg ini kagak pernah liat

  4. 7 Oktober 2010 12:34 pm

    Sebelum baca isi, gw tadi liat picture nya dulu ..aye kira mau RAFTINg malem2, khan Seru!! ech..ternyata kagak.

    • 10 Oktober 2010 6:58 am

      wew, baca dulu jangan liat fotonya

  5. 3 April 2012 2:53 pm

    salam kenal yaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: