Lanjut ke konten

Menikmati Makan Malam di Kota yang Boros Listrik

3 Oktober 2010

Semenjak kedatangan gue di Bandara Sultan Abdul Aziz Shah Airport di Subang, Selangor gue belum istirahat sama sekali. Para peserta diboyong ke hotel Carlton Holiday buat check in dan briefing sebentar. Setelah dapat kamera Pentax Optio WS80 dari Madam Rissa Chan, Executive Director DSC World Sdn Bhd, kita langsung lanjut menuju i-City untuk makan malam di sana. Gue pikir datang dan langsung makan, maklum perut gue belum makan apa-apa semenjak berangkat dari Yogyakarta. Sempat ngemil di Kapitan Kopitiam di Skypark Subang. Tapi gue bener-bener butuh makanan berat. Sampai di i-City gue turun dari bis, tengok kanan tengok kiri “mana nih restorannya buat kita makan malam”. Bukannya makan tapi kita digiring ke ruangan, haduh presentasi lagi. =_= mana perut udah keroncongan.

Sumpah gue kagak konsentrasi denger Mr. Eu Hong Chew dari I-Berhad ngoceh depan gue. Yang lain sibuk jepret-jepret dan nulis di note masing-masing sambil manggut-manggut. Gue dalam hati sibuk teriak “GUE LAPAAAARRRR”

Akhirnyaaaaa… selesai juga presentasinya. Makannnn… keluar dari ruangan sudah mulai gelap. Woooww… pemandangan i-City benar-benar fantastis, seperti di negeri dongeng. Perasaan yang sama waktu si kecil dalam film ‘The Chronicle of Narnia’ masuk dalam lemari dan keluar sudah di negeri bersalju. Ternganga abis… mulut tak henti-hentinya menggumam wow wow wow wow wow…

Ok nanti aja nikmatin pemandangan, gue kasihan sama perut gue yang sedari tadi menderita teriak-teriak. Cari info tentang i-City nanti saja deh setelah makan. Otak gue kagak bakalan bisa berpikir kalau laper. Ini adalah makan malam terbaik gue selama seumur hidup, gila nggak sih menunya: Seafood Steamboat. Ngiler pokoknya lihat udang dan kepiting. Gue fans berat hidangan seafood dan gue kagak pernah lihat sebanyak itu, bukan main. Dan lebih heboh lagi makan malam kita di tengah lapangan di kelilingi oleh lampu-lampu warna-warni. Fantastic and Funtastic ^___________^

Video ini gue ambil setelah ngembat beberapa udang dan kepiting…

Jangan ngiri liat video di atas, kita emang makan malam di tengah-tengah lapangan tersebut. Video tentang i-City sih banyak di youtube, googling ajah kalau penasaran tentang keindahan i-City. Gue cuma mau pamer aja kok kalau-kalau kita memang VVIP di i-City ini. Gila gak sih makan malam dengan suasana seperti itu siapapun bisa klepek-klepek…

Gue sempet loh di-interview sama TV lokal sana, namanya TV Selangor. Haduh gue lupa kemarin ngomong apa di kamera. Terlalu gugup, maklum artis dadakan. Gile aje, sedari gue turun dari pesawat para kameramen dan fotografer nggak henti-hentinya motret sana motret sini. Kita semua kontestan berasa jadi artis dadakan.

Kenapa namanya i-City? Mungkin terinspirasi dari iPad, iMac, iPod, dan i i i yang lainnya. Katanya sih di hari biasa ajah rame, apalagi kalau di akhir minggu. Karena pertunjukan utamanya adalah cahaya lampu dengan menggunakan teknologi LED termuhtakhir otomatis kalau datang jangan siang hari. Anak kecil juga tau kalau lampu itu dinyalain malam hari. Yang suka download bisa juga nikmati free access wifi dengan kecepatan 20 MBps. Oh maaannn ngiri banget.

Dengan kecanggihannya dan atraksi cahayanya yang luar biasa menjadikan i-City sebagai tujuan wisata tersendiri bagi Malaysia. Letaknya sih strategis, dari Petaling Jaya atau Kuala Lumpur hanya 30 menit. Tapi sayang nggak ada transportasi umum semacam bus atau kereta yang lewat. Mau nggak mau harus pakai taksi atau kendaraan pribadi. Sesuatu yang sangat dibenci para backpacker atau budget traveler seperti gue kalau urusan kendaraan menjadi susah menuju tempat wisata atau terpaksa harus bayar mahal dengan naik taksi :(  Berhubung gue lagi ikutan tur MySelangorStory jadi kagak perlu repot-repot mikirin transport hehe ^_^ Informasi lebih lanjut tentang i-City bisa ke websitenya http://i-city.my/

Yang masih jadi pertanyaan adalah: “Berapa mereka harus bayar listrik sebulan?”

Ok saatnya pamer foto hehehe…

6 Komentar leave one →
  1. 4 Oktober 2010 1:29 pm

    WOW! sumpah… yang ini bikin iri bin penasaraaaan!

  2. devo permalink
    4 Oktober 2010 6:01 pm

    kalo yg ini mah, suerrr pengen bgt.. persis kaya kampung ane… kampung mimpi maksudnya.. lo kagak lupa promosiin kampung lo kan lid?

  3. wido permalink
    4 Oktober 2010 6:28 pm

    siip dah,,, top markotoppp
    kpan ya kotaku jadi kya gitu,,, listrik aja byar pet

  4. 6 Oktober 2010 1:01 pm

    Mereka gunakan lampu LED khan…?!!! yang pasti irit lah//
    itu lho bisa saving hingga 80 % dari lampu biassa…

    • 10 Oktober 2010 7:04 am

      tetep ajah penasaran brapa duit dia bayar sebulan

  5. 20 Oktober 2010 3:14 pm

    salam kenal,,mau bagi2 info ttg komputer di blog ini,kunjungi ya blogku,, & kalau boleh kita tukeran link

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: