Huuaaa… nguap lebar-lebar, bangkit dari tidur siang dengan iler yang baunya muantap bok. Mulet-mulet sebentar kayak ulet buat meregangkan otot-otot. Cuci muka sekedarnya dengan air rendaman cucian pakaian. Nggak ding… tapi dengan air bekas cucian beras emak. Ngasal.
Rencananya jam tiga waktu Indonesia bagian barat mau lihat pagelaran teater di kampus STIKIP Jombang Jl. Pattimura tauk gang berapa. Yang bentar lagi lulus SMA bisa ngedaftar tuh di sana, jika-jika gag keterima di PTN. Lagi dibuka lebar-lebar tuh (nggak jelas berapa lebarnya) pendaftaran Maba-nya (mahasiswa baru) *Sssttt dapat komisi berapa tuh promosiin* Wew boro-boro komisi, kenal sama STIKIP aja gag.
Aslinya lagi males banget lihat pagelaran teater kali ini. Lagi trauma gue, bukannya trauma habis diperkosa atau dilecehkan secara seksual. Tetapi trauma karena tanggal lima kemarin (yang jelas masih bulan ini: Mei). Nah pas tanggal itu gue lihat teater juga tapi nggak di kampus itu tapi di gedung bioskop Plaza yang masih bertahan, satu-satunya di Jombang. Yang main waktu itu komunitas Tombo Ati, komunitas teater yang membina seluruh teater se-Jombang. Lakonnya LEBEDINAYA, tauk tuh apa artinya, aneh-aneh banget. LEBEDINAYA: Nyanyian Angsa, hahaha… baru tahu kalau angsa bisa nyanyi, mendingan nyanyian kodok atau nggak nyanyian gue yang kalau beneran nyanyi bisa gempa melebihi gempanya Yogyakarta.
Tiketnya sepuluh ribu rupiah yang kalau dikonversi ke mata uang dollar sekitar 1 dollar doang. *ngelantur*
Suer nggak ngerti sama sekali dengan inti cerita, dilanjutkan dengan sarasehan yang gue ikutin sampe sekitar satu setengah jaman. Malahan tamu-tamu dari Yogya (katanya sih), dan Surabaya (yang katanya lagi), bicaranya tentang kelangsungan komunitas-komunitas teater di Indonesia n gag ada hubungannya dengan pertunjukan. Hehehe… berhubungan atau nggak yang jelas lakon yang dimainkan pun buat gue nggak jelas. Pokoknya sakit ati banget gue, udah tiketnya mahal, kagak ada inti cerita. Ada atau nggak yang jelas gue udah nggak merhatiin lagi, gue sibuk maen hape.
Sebagai penggemar Teater tentu saja gue kudu lihat, jelek atau nggak urusan belakangan. Bagus bakal gue puji abis-abisan, kalau jelek bakal gue umpat abis-abisan. Apalagi kalau sudah tiketnya mahal. RUGIIIIIIII…
“Ternyata” yang dilakonkan oleh teater Poenel STIBA Surabaya. Teater Poenel dalam rangka keliling tour lima kota untuk pagelaran. Kota-kota yang dikunjungi, Osaka, Sydney, Los Angeles, London, Agra. Ck… ck… ck… hush ngawur itu seh keliling negara. Aslinya ke Surabaya sebagai kota mereka, Gresik, Jombang, Lamongan, yang satu lagi gue lupa. Dan ternyata…. Jam mainnya jam tiga tetapi molor sampai jam empat. Gilak… kayak kebo nunggu beranak. Lama banget. Dasar Indonesia jam karet.
Satu kata buat pertunjukan itu “BUAGUSSSSSSSSSSSSSSS BANGET” ups dua kata yak. Empat atau lima orang sebagai pemain. Kenapa dibilang atau lima, ya kalau dibilang dan berarti yang empat nggak usah ditulis lagi, kalau dibilang dengan kata sambung lain pasti nggak nyambung. Wong gue aja juga nggak nyambung. Mbulet…
Gue ceritain garis besarnya yak, kalau garis kecilnya sih gue nggak tauk. Atau kalau ada scriptnya pasti gue copy pastein deh. Ada script buatan gue yang ceritanya tentang gue, adegannya mandi. Mau? Pasti kagak ada yang mau baca.
Oke-oke sekarang gue crita ya, simak!
Yuni seorang istri muda yang telah menikah 6 bulan dengan suami yang workaholic. Yuni ingin sekali punya anak tetapi suaminya tidak waktu untuk dia. Kerja melulu.
Kemudian datang seorang dari kantor kecamatan untuk tugas sensus. Claudia namanya, atau dipanggil Diah. Ibu PNS yang materialistik Berbincang-bincanglah mereka, seru dan lucu perbincangan mereka. Ketika ibu Yuni seleasi mengisi form sensus, dan bu Diah membaca form tersebut. TERNYATA nama suami ibu Yuni dan nama suami ibu Diah sama. Apa-apaan ini. Berang tentu saja, bla bla bla… pertengkaran terjadi. Ibu Diah meminta uang atau mobil sebagai jaminan agar ibu Yuni tidak kabur. Dan tentu saja ibu Yuni tidak mau. Bla… bla… bla… sampai pada akhir ibu Yuni sudah kesal dengan ibu Diah yang sedari tadi mengumpat, mengutuk, menyumpah. Ibu Yuni ambil pisau, JRENG… perkelahian dimulai ala atlet anggar. Penonton menjerit ketika pisau dan nampan besi saling membentur TANG…. AHHHHHHHHHHHHHHHHHH dasar penonton. Akhirnya ibu Yuni kena tusuk pisau dan AHHHHHHHHHHHHHHHH lagi dari penonton…. Ibu Yuni mati dan ibu Diah menyesal tapi kesal ketika suami mereka datang dan menusuk-nusuk suaminya. Ibu Diah bunuh diri. Tamat…???? Belum… ternyata mimpi,,, weeeeeeeeeeeeeeeeeeeee….. semenjak mimpi itu dia menjadi baik. Dan menelpon temannya Anis, suara dalam telpon terdapat suara suaminya. TERNYATA… Tamat.
Huaaaa minum dulu ah,,,
Akting pemainnya bagus banget, centernya ada pada bu Diah. Lucu abis orangnya. Kecepatan bicaranya penuh konsentrasi tetapi tetap spontan. Ibu Yuni kalem tetapi meledak ketika harga dirinya dicabik-cabik. Emosi peserta ikut, keseluruhan memang komedi. Timing dialognya tepat banget. Belum lagi lighting nya keren punya. Sudah murah bagus lagi.
Sayang pas sarasehan tidak dilanjutkan karena tidak ada penonton yang ikut. Hhh… pulang deh…
6 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar

















wa wa wa wa wa wa wa wa………………???????????????////////SENSOR///////////?????????
halu lur… thanks dah mampir ke rumah ane sowry rumahnya masih acak-acakan but, masih dalam pembenahan yaa…
emang bener kalo udah kena penyakit males gitu bawaanya..
tapi ada yang kenikmatan dari sudut males adalah saat menceritakannya kepada orang lain.. pasti sudut pnilaian kita sama hal apa pun jadi enteng…
nuhun lur….
bosss. . .
hehe
mank tulisan gw di puncak wordpress???
haha lebaii
sob bikin di ilustrator brapa potonya??? ajarin dunk gw bikin susah ahah
Halah percuma lu gag ajak2 gua!!!
mulai sekarang “janji”
kalo ada pementasan n mao nonton harus laporan n saling sms!!!
SE7???
Hai… salam kenal dan salam budaya …
Asyik juga bisa kenal dengan gaya tulisanmu yang tukang ngocol…nggak tau juga gimana dengan gaya orangnya …. mungkin lebih ngocol kali….
Oh… yach…makasih kamu nyempetin mampir ke bengkel karya seniku….tapi sorry penampilan blog ku sepertinya kurang nyeni. Masalahnya aku sedikit ‘gaptek internet’ kurang tau perkembangan dengan dunia internet yang semakin menggelora.
Tolong bantu saran untuk kreasi blog ku.
Sebagai penikmat seni, maka kamu jangan segan2 datang ke pertunjukkan teater ku di bulan Agustus 2008 tanpa tiket masuk alias GRATISSSSSSSSSSS……malahan dapat fasilitas yang mungkin menyenangkan ( sertifikat Apresiasi Penonton ).
Terima kasih.
bhuh kek,ra nggenah!! mumet!